Photobucket
JANGAN KAPOK - KAPOK EA GAN,,,BUAT MAMPIR KE BLOG ANE LAGI

Minggu, 12 Februari 2012

Tips Membeli Velg Bekas di Toko Velg




Membeli barang bekas memang tidak semudah seperti membeli barang baru. Kita harus benar – benar sabar dan teliti untuk menentukan apakah kita akan membeli barang bekas yang kita inginkan. Tujuannya tidak lain adalah agar kita tidak tertipu dengan barang bekas yang kita beli. Sama halnya dengan membeli velg bekas di pedagang velg ataupun Toko Velg.
Harga yang sangat murah menjadi salah satu faktor paling berpengaruh mengapa masih banyak pengguna mobil untuk membeli velg bekas. Bayangkan saja, harga satu set velg bekas bisa setengah bahkan kurang dari harga barunya atau yang fresh dari pabriknya. Disamping itu pilihan bentuk dan ukuran yang bervariasi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi yang ingin meremajakan tampilan mobilnya. Berbagai merek velg baik merek lokal maupun import macam AMG, Brigh Well ataupun Enkei tersedia abekasnya. Lebih asiknya lagi velg orisinal bekas copotan dari mobil – mobil premium juga tersedia dan tentu dengan harga yang sangat murah. Biasanya velg bekas ini banyak kita dapatkan di pedagang – pedagang velg kaki lima, namun tak jarang Toko Velg besarpun ikut menjualnya.


Sebagai pengguna kendaraan yang ingin mempercantik mobilnya dengan mengganti velg dengan yang bekas tentunya harus teliti. Berikut merupakan tips cara membeli velg bekas di pedagang atau Toko Velg :
1. Bentuk fisik
www.facebook.com/kyocheraTeliti bagian luar velg bekas yang akan kita beli. Biasanya velg bekas banyak yang merupakan hasil bubutan. Mungkin pemilik velg tersebut dulunya ingin memasang velg tersebut ke mobil yang ukuran atau jumlah baut pangikat velg-nya berbeda.
Lalu periksa apakah bagian velg tersebut terdapat penyokan atau peyang akibat terkena lubang jalan atau sejenisnya. Sebaiknya lakukan balancing untuk mengetahui dan memastikan bahwa velg bekas yang akan kita beli tidak peyang.
Cek juga apakah ada bagian yang retak. Jangan sampai velg yang retak dipasang pada mobil anda karena dapat mengakibatkan velg tersebut patah sewaktu jalan apalagi jika melihat jalanan yang ada di tanah air.
2. Cat
Cat  velg mempengaruhi tampilan mobil itu sendiri. Belilah velg dengan cat yang masih terlihat kinclong, tidak banyak goresan. Pastikan bahwa cat yang melekat merupakan cat bawaan asli velg tersebut. Karena cat yang asli pastinya lebih awet dan tidak mudah tergores.
3. Harga
Sebaiknya kita mencari informasi tentang harga – harga velg mobil agar tidak tertipu sewaktu membeli velg bekas. Tawarlah harga dari harga yang telah ditawarkan oleh pedagang. Biasanya harga velg bekas tidak lebih dari ¾ dari harga barunya.
4. Garansi
Mintalah garansi setidaknya dua minggu dari hari dimana kita membeli velg tersebut. Sehingga apabila ada kerusakan pada velg tersebut, kita dapat komplain kepada panjualnya.
Pada intinya dibutruhkan sebuah ketelitian serta kesabaran dalam menentukan velg yang akan kita beli. Sebaiknya anda mengajak teman atau kerabat yang mengerti tentang seluk beluk velg. Pastikan juga Toko Velg yang anda singgahi dapat dipercaya. Semoga tips diatas dapat membantu anda yang ingin membeli velg bekas.

Tips Membeli Mobil Bekas

Membeli mobil bekas sama saja dengan membeli risiko. Karena, kendaraan yang sudah dianggap bagus, begitu pindah tangan banyak yang rusak. Menjadi lebih jengkel, saat kondisi lalulintas padat mendadak mesin overheat. Supaya tidak kecele, ketika hendak membeli mobil bisa membawa mekanik. Paling tidak ia mengerti kondisi mesin. Lebih bagus juga paham kaki-kaki dan bodi.
Kalau tidak punya kenalan mekanik, 11 petunjuk di bawah ini bisa membantu proses penelitian agar Anda tidak tertipu. Sebelas  di antaranya merupakan masalah yang umum muncul di mobil bekas.


1. Lihat BPKB (Bukti Pajak Kendaraan Bermotor)
Untuk mengetahui mobil sudah berpindah tangan berapa kali. Termasuk juga keaslian warna. Perhatikan lokasi tinggal pemilik pertama. Kalau dekat dengan laut, sebaiknya jangan dibeli. Karena kemungkinan karatnya besar lantaran udaranya mengandung garam.

2.Lampu-lampu
Mulai depan (lampu utama), belakang, kabin hingga indikator.  Ini perlu, terutama untuk mobil yang usia sudah di atas 10 tahun. Selain dari umur bohlam, kerja lampu juga dipengaruhi oleh kondisi soket, kabel, sekring dan sistem kelistrikan lainnya. Ganti bohlam saja murah, tapi kalau harus sistem kabel, dananya cukup besar.

3. Sepatu rem
Tak cukup dengan dilihat, tapi dijalankan dengan kecepatan bervariasi sambil menginjak pedal rem. Dengarkan muncul tidak suara berdecit secara kontinyu. Atau kaki terasa bergetar, kemungkinan sepatu rem sudah tipis dan ada area yang bersentuhan dengan cakram. Jika kaki seperti menendang balik menandakan piring cakram  tidak rata.

4. Filter
Ada tiga, yakni filter udara, oli, bahan bakar. Jika semua kondisinya baik bisa memperpanjang umur pakai mobil. Sebaliknya, salah satu filter atau semuanya kotor atau mampat.Biaya penggantiannya memang tidak mahal. Tapi jika Anda mendapati kondisi filter udara mesin kotor, kondisi mesin relatif sudah menurun. Sementara komponen itu paling mudah diganti. Jadi jika filter udara yang kotor saja tidak diganti, bagaimana dengan filter lainnya?

5. Busi 
Lemahnya kondisi busi dapat menyebabkan kerja mesin menurun. Karena bisa membuat konsumsi bbm lebih boros, menaikkan emisi gas buang serta berakibat kerja mesin jadi tersendat karena gagal memercik. Biasanya, untuk mengakali busi yang sudah aus, celah dibuat lebih rapat dengan elektroda. Sehingga mesin bisa bekerja normal. Tapi hal itu tidak bertahan lama. Jadi sebaiknya, setelah mobil dibeli, busi ini segera diganti.  

6. Aki
Untuk mengecek kemampuan menampung arus listrik aki mobil memang butuh alat khusus. Tapi Anda bisa melihat tinggi cairan, dan jika dinding aki tembus pandang perhatikan apakah sel-sel sudah ada yang melengkung. Perhatikan pula jika ada korosi pada terminal aki. Lihat juga kabel positif dan negatif yang mungkin longgar. Korosi dan kabel kendur membuat daya hantar arus listrik lemah. Sehingga tidak cukup kuat untuk memutar mesin.   

7. Belt
Belt yang slip dapat menimbulkan suara berdecit yang keras. Kendurnya belt dapat mempengaruhi pendinginan mesin, kerja alternator, power steering dan AC. Karena harga belt ini tidak mahal, jadi sebaiknya diganti setelah membeli.



8. Sokbreker
Komponen ini vital bagi kestabilan dan keselamatan berkendara. Jika sudah lemah atau rusak, ayunan mobil sudah tidak teredam dengan baik dan dapat memperpendek umur pakai ban. Umumnya, sokbreker oli cenderung lebih mudah dideteksi kerusakannya dengan melihat apakah ada lelehan oli pada area di sekitarnya. Masalah lainnya adalah dudukan sokbreker yang sudah diserang karat.
9. CV joint
Komponen ini berguna untuk menyalurkan tenaga mesin dari kopel (propeller shaft) ke as roda (drive shaft). Umumnya, masalah ini muncul akibat karet Constant Velocity Joint (CV Joint) sudah rusak dan bagian dalamnya kering dari gemuk (grease). Untuk mendeteksinya, Anda perlu test drive karena pada kecepatan tertentu akan muncul getaran berlebih. Atau dengan menikung patah dengan kecepatan rendah. Jika muncul suara berdetak, artinya komponen ini perlu diganti.

10. Knalpot
Untuk mengecek kondisi knalpot adalah dengan melongok ke kolong mobil. Pastikan tidak ada kebocoran pada exhaust manifold, muffler dan pipa. Anda juga bisa dengan mendengarkan apakah ada suara keras yang tidak normal. Meski hal ini mudah disamarkan dengan alasan sudah dimodifikasi.

11. Ban
Ban gundul jelas berisiko tinggi untuk berkendara. Meski hanya sebagian tapaknya saja. Ausnya sebagian tapak ban juga bisa dijadikan indikasi pemiliknya sudah lama tidak melakukan wheel alignment dan balancing. Selain itu perhatikan pula apakah ada dinding ban yang menggembung.

Cara Perawatan Transmisi Otomatis

Sebenarnya tidaklah sulit seperti yang diperkirakan banyak orang.
Perawatan transmisi otomatis yang dilakukan sama dengan perawatan yang dilakukan terhadap transmisi manual, berupa pengecekan terhadap kualitas minyak transmisi otomatis (hampir sama dengan minyak rem/Automatic Transmission Fluid dan bukan termasuk oli) dan kebocoran dari packing-packing yang ada. Malah sebenarnya lebih simple dari manual.




Namun kualitas minyak untuk transmisi otomatis ini bila dipergunakan sebagaimana semestinya dan tidak ada kebocoran, bisa tahan 50 ribu kilometer sampai 100 ribu kilometer. Malah sebenarnya bisa sampai 200 ribu kilometer, jelas Agus Susanto Kepala Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia.
Ia mengatakan, kopling transmisi otomatis ini lebih efisien karena berdaya tahan lama dari oli transmisi manual. Kopling ini terendam dalam bak minyak transmisi dan tidak bergesekan langsung. Berbeda dengan transmisi manual dengan sistem kopling kering yang bersentuhan dengan roda gila Kesan bahwa transmisi otomatis perawatannya sulit dan tidak semua bengkel yang bisa menanganinya adalah memang benar. Tetapi bukankah kalau kendaraan diperlakukan dengan benar dalam artian dirawat dengan baik, maka tidaklah mungkin transmisi akan mengalami kerusakan dengan sendirinya.
Yang penting kalau kendaraan mengalami mogok dan ketika harus didorong, bagian roda mobil yang digerakkan transmisi tersebut harus diangkat. Tidak boleh menyentuh jalan ketika ditarik, jelas Kepala Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia tersebut.
Alasannya adalah, pada sistem transmisi otomatis, putaran mesin tersebut dipindahkan untuk memutar roda melalui minyak transmisi yang disemprotkan ke tiap gigi percepatan tersebut. Sedangkan bila ditarik yang terjadi adalah proses kebalikannya, di mana putaran roda akan menghasilkan tekanan kepada katup solenoid yang tertutup karena mesin tidak dihidupkan.
Yang biasanya rusak adalah seal-seal, dan bila sudah parah pompa minyak transmisi tersebut yang akan rusak, jelas Agus.

Tergantung Pemakaian
Namun cepat atau tidaknya, baik transmisi otomatis maupun manual tersebut memang tergantung dari pemakaiannya. Bisa saja dari cara membawanya yang kasar, ataupun kendaraan membawa beban lebih.
Karena itu setiap pengemudi sewajarnya mengetahui fungsi-fungsi dari tiap huruf dan angka yang tertera dituas transmisi otomatis tersebut. Misalnya saja angka 1, berarti diperuntukkan bagi tanjakan dan turunan yang sangat curam. Kalau dipakai terus untuk jalur yang datar hanya akan memboroskan bahan bakar saja. Putaran mesin dan kecepatan yang diraih tidak seimbang.
Bila posisi tuas di 2, sebaiknya digunakan bila menghadapi jalan yang menanjak dan menurun yang tidak terlalu curam dan jangka waktu yang agak lama. Sedangkan untuk posisi D ini sama artinya dengan posisi gigi 3, yang diperuntukkan perjalanan dalam kota atau normal.
Untuk menghadapi jalur lurus yang dapat ditempuh dalam kecepatan tinggi serta dalam waktu yang lama dapat mengaktifkan tombol Over Drive (O/D). Gunanya untuk menurunkan putaran mesin yang otomatis dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Posisi ini sama saja dengan gigi 4.
Namun sekarang percepatan transmisi otomatis ini tidak hanya sampai 4 saja, sudah sampai 5 percepatan. Gigi 1, 2, 3, D dan Over Drive. Posisi lain yang harus diketahui kegunaannya adalah posisi N, P dan R. Posisi N ini dapat digunakan ketika berada di lampu merah. Dari posisi D sebaiknya digeser ke posisi N. Sedangkan posisi P ini digunakan ketika memarkirkan kendaraan.
Mobil tidak akan jalan ketika di starter,ujar Agus. Fungsi huruf R adalah kependekan dari Reverse, artinya digunakan untuk mundur.